Thursday, December 27, 2012

OBYEK WISATA DI BREBES SELATAN

Kaligadung - Bumiayu, Paguyangan, Buaran, Salem, Patuguran  adalah sebuah nama daerah yang diwilayah kabupaten Brebes berada bagian selatan yang terletak ditengah-tengah antara kota Tegal dan Puwokerto, Daerah brebes selatan merupakan wilayah pegunungan yang berbukit-bukit karena lokasinya yang berada di kaki gunung slamet sehingga dibeberapa tempat diwilayah Bumiayu masih memiliki hawa yang sejuk dan udara yang segar.
Lokasi wisata didaerah Bumiayu diantaranya pemandian air panas Buaran, pemandian air panas Pakujati di Paguyangan, wisata kebun teh, telaga ranjeng, dan goa jepang di Kaligua serta waduk penjalin di Patuguran, sedangkan obyek wisata lainnya yang dekat dengan wilayah Bumiayu adalah obyek wisata Guci Tegal dan Baturraden di Purwokerto.

Wisata kuliner yang makyus diBumiayu, karena khas Bumiayu mungkin orang dengernya aneh tapi memang itulah keadaannya seperti mendoan tempe/dage, cimplung (rebusan ubi/singkong/kelapa muda di air nira kelapa pada saat pembuatan gula merah), sogol, opak petis, ondol, kempong, ketan pencok, kupat tahu dan kerupuk rambak. Sedangkan untuk buah-buahan ada durian centre di Kaligadung yang tak kalah dengan durian monthong Thailand.

Pada Tahun 2003 Pemerintah kabupaten Brebes telah membangun jalan lingkar Bumiayu sepanjang + 6.5 km yang membentang dari Kaligadung sampai Pagojengan untuk mengurangi kepadatan kendaraan dipusat kota bumiayu, sehingga jalur Tegal – Purwokerto dan sebaliknya bisa dialihkan dan tidak memasuki kota Bumiayu.
Share

DURIAN KALIGADUNG BUMIAYU BREBES

Kaligadung- Satu lagi komoditi buah diindonesia yang menjanjikan yaitu buah durian kaligadung, buah ini tak kalah enak dengan buah durian motong yang berasal dari thailand. 
Buah yang berasal dari sebuah desa kecil yang jauh dari perhatian pemerintah daerah apalagi pemerintah pusat. Sungguh memilukan negeri ini yang tak memerhatikan potensi ini.
Potensi daerah brebes yang sangat disayangkan sekali yakni durian kaligadung, karena durian ini berasal dari desa kaligadung, kelurahan penggarutan, kecamatan bumiayu, Kabupaten Brebes.

Belakangan durian ini sulit ditemukan ,sehingga pedagang durian terpaksa mendatangkan durian dari luar daerah untuk memenuhi permintaan pasar.
Durian kaligadung memiliki ciri khas baik dari rasa maupun bentuknya, makanya banyak diburu masayarakat baik dari masyarakat sendiri maupun sekitar brebes.
Karena perubahan cuaca ,sebentar panas, sebentar hujan ,musin hujan terjadi di luar perhitungan dan berlangsung hingga sekarang ,dampaknya buah yang baru berbunga rontok,kalaupun ada buahnya membusuk sebelum panen.sehingga para petani durian banyak yang frustasi pohon durian banyak yang ditebang dan menjualnya sebagai kayu bakar.
Sayang sekali padahal hal ini berpotensi sebagai daerah agrowisata khusus buah durian. Mana perhatian pemerintah brebes tak ada tindakan nyata untuk warga kaligadung.
Share

Thursday, December 20, 2012

Tim Aasistensi Pemekaran Bumiayu Terus Galakan Sosialisasi

Add caption
Brebes : Tim asistensi pemekaran Bumiayu terus melakukan sosialisasi kepada para tokoh masyarakat di setiap kecamatan yang ada di Brebes Selatan. Sosialisasi ini memaparkan tentang mekanisme pemekaran, dampak serta manfaat pemekaran yang dijabarkan secara jelas dan gamblang berikut hasil studi banding tim pemekaran saat berkunjung ke wilayah Jawa Barat yang telah sukses memekarkan diri.
Sosialisasi pemekaran yang diikuti para kepala desa serta pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dilakukan mengingat kepala desa dan BPD-lah yang berperan penting dalam proses pemekaran.
“Sesuai perundang-undangan, pemekaran ada di tangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Kepala Desa. Selama melakukan sosialisasi, sebagian besar Kepala desa telah sepakat mendukung terwujudnya Bumiayu menjadi sebuah kabupaten . Hal itu diperkuat dengan munculnya surat keputusan BPD mengenai pemekaran,” jelas Tim Asistensi Pemekaran Bumiayu, Syamsul Maarif usai sosialisasi di hadapan Kepala Desa, dan BPD se-Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes di sebuah rumah makan di Jalan Lingkar Bumiayu, Kamis 22 November 2012.
Menurut Syamsul, hingga saat ini sosialisasi sudah dilaksanakan di lima kecamatan. Para Kepala desa serta BPD sangat antusias mendukung pemekaran. Keseriusan memperjuangkan pemekaran sudah bulat , bahkan untuk kecamatan Paguyangan, surat keputusan BPD sudah dibuat, menyusul di kecamatan yang lain. Setelah semua keputusan ditetapkan, selanjutnya tim pemekaran akan menemui DPRD menyerahkan surat keputusan BPD tentang pemekaran Bumiayu menjadi sebuah kabupaten.
Dipilihnya kecamatan Bumiayu yang nantinya akan dijadikan sebagai pusat pemerintahan dengan pertimbangan, Bumiayu telah memiliki terminal bus , Rumah Sakit Umum Daerah serta sarana penunjang lainnya.(desamerdeka)
Share

Mantan Penjaga SD Kalahkan Sarjana

BUMIAYU - Dengan memperoleh suara sebanyak 663 suara dari jumlah pemilih sebanyak 1.845 orang, akhirnya Sodik (55), mantan penjaga SD berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Brebes pada Senin (9/6/2008). Dia mengalahkan Edi Nuryanto Spd, mantan kades yang turut mencalonkan diri lagi.

Pelaksaan Pilkades Penggarutan yang mengambil tempat di halaman MI Al Iklas Desa Penggarutan diikuti empat orang calon kades. Mereka masing masing yakni Edi Nuryanto SPd(mantan kades Penggarutan)dengan nomer urut 1 (satu), Syaeful Muhajir nomer 2 (dua), Evi Ulfiani nomer 3 (tiga), dan Sodik dengan nomer urut 4 (empat).

Warsito RS, Ketua panitia Pilkades Desa Penggarutan Bumiayu, menjelaskan jumlah hak pilih untuk Desa Penggarutan sebanyak 3128 pemilih. Namun pemilih yang datang menggunakan hak pilihnya hanya sebanyak 1845 orang.

Menurutnya hal itu disebabkan karena para warga di banyak yang merantau keluar kota, sehingga tidak bisa mengikuti jalannya pesta demokrasi di desanya sendiri. Selain itu juga dimungkinkan waktu pelaksanaan yang berlangsung bukan para hari libur, sehingga warga enggan menuju ke tempat pemungutan suara.

Dia mengemukakan untuk pelaksanaan pilkades yang diikuti empat calon menelan anggaran sebesar Rp32,5 juta. "Dana sebesar Rp24 juta berasal dari calon kepala desa, sedangkan dana dari bantuan pemerintah sebanyak Rp8,5 juta," ujar Warsito sewaktu ditemui di sela sela pencoblosan.

Jalannya pesta demokrasi di Desa Penggarutan berlangsung aman dan terbit dengan penjagaan ketat dari pasukan Brimob PolresBrebes dibantu puluhan anggota TNI dan Satpol PP.

Acara perhitungan suara usai pada pukul 15.15 WIB dengan mengasilkan pemimpin baru Sodik yang memperoleh suara sebanyak 663, di urutan kedua Syaeful Muhajir dengan 456 suara, Evi Ulfiani di urutan ketiga mendapat 358, dan disusul Edy Nuryanto Spd mantan kades memperoleh 346 suara.

Tampak hadir mengikuti jalannya pelaksaan Pilkades Camat Bumiayu beserta Muspika setempat.

Berita ini kiriman dari:

Nama: Purwanto
Alamat: Jalan Raya Paguyangan Nomor 59, Paguyangan, Brebes
Telp: 08172821182


Sumber : http://www.news.okezone.com  Share